PERGESERAN TRADISI BERMAIN DI KAMPUNG

Standar

Sebenarnya perasaan saya dan teman-teman mulai gaduh akhir-akhir ini bukan sebab apa-apa namun karena lebih kepada sebuah flash back yang di hasilkan dari perbincangan di sebuah warung kucingan dengan ditemani minum segelas teh yang kurang manis dan pisang goreng. Dulu waktu tahun 80an dan kebetulan di Desaku belum ada listrik untuk penerangan dan biasanya di banyak rumag untuk penerangan memakai Dian yaitu terbuat dari botol dengan minyak tanah sebagai bahan bakar ( sekarang pun masih ada namun istilah Dian tadi sudah diganti dengan nama yang lebih sangar, MOLOTOV!). Hampir tiap malam kami selaku anak-anak selalu menghabiskan waktu dengan bermain dan permainan ini sangat mengasyikkan menurut kami apalagi malam itu purnama dan hampir tiap malam purnama orang tua kita memberikan dispensasi waktu yang lebih untuk kami bermain, toh nantinya kami bakal kelelahan sendiri dan tidurnya pasti lelap di samping bulan purnama hanya bisa dinikmati beberapa hari tiap bulannya. Lalu apa yang membuat gaduh? ya itulah….suasana yang dulu damai sudah tidak kita temukan lagi disini. Setiap kali kami ingin mengulang moment-moment indah dulu kami harus dihadapkan pada masa kekinian dan tambahnya umur kami membuat mental jiwa harus dipikirkan kembali. Namun semakin lama ternyata ide ini semakin menjadi-jadi, seperti api disiram minyak tanah saja layaknya, dan skenario Tuhan ternyata ikut berperan dalam perjalanan kebatinan kami, tiba-tiba ada sebuah ide untuk kembali menghidupkan sesuatu yang telah kami sebut mati “tapi dengan apa?” salah satu temanku menyela. “Pertama kita mengajarkan kepada adik-adik kita, minimal yang ngaji di surau aja dulu ” timpalku. “Yang kedua kita buat skenario dan kita buat film dokumenter tentang beragam permainan tradisional lalu kita unggah ke you tube” lanjutku. Teman-teman seperjuangan ku hanya manggut-manggut sambil mengiyakan ideku ini. Beberapa hari kemudian temanku membawakan serangkat video shothing untuk ide yang lebih gampang di realisasi dan kami tulup engklek ularnaga boyboyanpun menjadi bintang utama dan membawa adik-adik kami dalam film dokumenter ini dan ternyata sungguh luar biasa, dimulai dari gagasan yang sederhana ternyata implikasinya sangat dahsyat yaitu begitu banyak anak-anak yang bisa menikmati permainan kami dulu dimana belum ada penerangan seperti sekarang ini selain Dian atau sebut saja Molotov. (tegelinang)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s