Materialistik konsumeristik

18Dalam Era Globalitas yang serba transparansi ini kita sebagai manusia tentu saja akan dipertontonkan oleh banyak adegan-adegan yang bisa membuat kepala pening terutama jika tontonan itu adalah politik dan bermacam-macam sajian yang membuat keinginan untuk memiliki sesuatu yang kita anggap sebagai sebuah simbol dari kasta sosial. Bagaimana tidak , arus globalisasi yang telah mampu menggulung dunia menjadi selebar daun kelor ini yang dulunya ada semacam pepatah yang sangat dijunjung tinggi dan di benarkan dalam perspektif relevansilitas yang di satu sisi pepatah itu sudah tidak relevan lagi sekarang, sebagai contoh orang di Indonesia bisa memilih tontonan yang live dibelahan dunia manapun atau orang Amerika bisa berbicara menembus ruang dan waktu kepada orang Malaysia misalnya dengan memanfaatkan teknologi modern yang banyak ditawarkan oleh banyak media sosial.
Namun tentu saja segala macam persoalan yang membingungkan nurani ini hanya bisa ditemui pada mereka orang-orang yang mengagung-agungkan materialisme dan mereka yang menganut madzhab konsumeristik.
Sebagaimana kita ketahui orang yang mengenalkan ajaran materialisme dan juga memperjuangkannya adalah karl marx atau biasa di sebut dengan Marxisme, melalui ide pemikiran, intuisi dan dengan intelegensinya Karl Marx menganggap bahwa kebenaran adalah dia yang bisa dibuktikan secara materiil, Tuhan hanya semacam hiburan belaka.
Manusia tentu saja tidak hanya membutuhkan materialisme walau itu sangat penting, namun disisi lain mereka membutuhkan semacam pencerahan jiwa agar kembali mengenal eksistensinya sebagai manusia, ini adalah persoalan dimana kita perlu duduk bersama mengheningkan cipta dan menghadirkan karsa. Salah satu upaya untuk mengembalikan ke manusian nya manusia adalah menemukenali kembali sejarah dan budaya yang ada, rasa mengenal ini banyak sekali caranya seperti orang jawa mengatakan Ntrimo ing pandum atau menerima apa bagiannya saja, ajaran jawa ini penting sekali, coba bayangkan ketika kita malah semakin kehausan dimana air sudah ada di sekitar rumah dan bisa kita minum dengan sedikit berusaha menjerangnya, kita masih sibuk kesana-kemari memesan air galon dan isi ulang padahal dirumah kita sumur masih melimpah airnya, apa yang terjadi? Sebuah keinginan yang sulit di bendung dan menjadikan kita mengkonsumsi sesuatu yang sebenarnya tidak perlu inilah yang dinamakan materialistik konsumeristik, juga segala macam tetek-bengek alat-alat penunjang kebutuhan rumah-tangga misalnya atau pun penunjang aktivitas sehari-hari, seakan-akan kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi dan memilikinya harga diri kita hancur di mata orang lain. Marilah kita kembali ke fitroh kita sebagai manusia dengan menghadirkan kepercayaan diri dan bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita, termakan iklan di media hanya membuat kita semakin lapar terhadap segala kebutuhan, ingatlah sabda Baginda Rosul SAW manusia tidaklah akan pernah merasa cukup kenyang perutnya sehingga bumi ini pun ditelannya, artinya apa? Manusia itu sifatnya kekurangan terus sebelum dia masuk ke liang kubur, namun ini adalah gambaran global dari makhlik yang bernama manusia dan tentu saja masih banyak orang yang bisa kita suri tauladani untuk mengekang hawa nafsu kearah keinginan yang sebenarnya tidak terlalu pentingkan cenderung menyesatkan. Saya mengajak kepada kawan pembaca semua untuk merefleksikan kembali ke sebuah masa dimana ketika sebuah kesederhanaan kita anut dan kita pegang maka kita sebenarnya telah meminimalisir arus nafsu yang justru memperburuk situasi perilaku, hati dan pemikiran kita, seperti yang di terangkan di Surat Yusuf bahwa sesungguhnya nafsu itu cenderung mengajak kamu kepada keburukan. Akhirnya jika kita berbicara tentang kitab suci maka tak kan luput dari keberadaan Tuhan Semesta Alam, Karl marx hanya meneruskan cita-citanya Charles Darwin dengan teori evolusinya yaitu kebetulan dan keharusan, bahwa alam ini ada dengan sendirinya dari sebuah dentuman besar ( Big bang) namun pada kenyataannya bahwa sesuatu yang ada pasti ada yang membuatnya, itu lah Tuhan sang pemilik kebenaran hakiki. (tegelinang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s