Diam-diam (Puisi tegelinang)

th (3)Diam-diam aku menagisi serak perjalananku
Menunggangi gemuruh yang sepi
Dalam singgasana hati
Tangan terikat
Mata tertutup rapat
Aroma nirwana hilang
Ditelan kepedihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s