PADA SEBUAH MENTARI

PADA SEBUAH MENTARI Aku merasa hilang kala tengah malam
Merindukan syair-syair kerasnya otot beradu
Namun kadang aku juga menemukan diri di heningnya sunyi
Merasakan rapalan lagu-lagu sendu dari balik kalbu
Aku bingung ditengah kesadaranku
Hanya bungah tercipta dikala menunggui pagi
Bukan dengan tidur
Lelapku hanya menenggelamkan ironi sesaat
Kemudian aku harus dihadapkan pada kenyataan yang didepan mata
Aku menggenggam mentari
Dan berharap siang tak lagi datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s