HORE…AKU LULUS!

Mengekspresikan sebuah kegembiraan merupakan sesuatu hal yang wajar, namun bukan berarti luapan kegembiraan tersebut sarat dengan sesuatu yang malah membuat orang-lain menderita atau malah merugikan masyarakat banyak. Sudah menjadi semacam tradisi turun temurun dalam dunia pendidikan kita ketika pada masa pengumuman kelulusan sekolah akan disambut dengan sesuatu yang istimewa, hal ini tentunya sangat terkait dengan semacam ritual yang dipendam selama kurang-lebih 3 tahun lamanya, coba bayangkan dalam masa ‘karantina’ itu mereka dituntut untuk patuh dan bahkan menuruti semua tetek-bengek aturan yang kerap kali membuat seorang siswa terpojok bahkan menderita. Sebagai contoh sebuah tekanan yang mereka hadapi adalah pada saat-saat akan menghadapi ulangan maupun sebuah tuntutan nilai yang bagus dari keluarganya, disinilah letak kejenuhan itu sering muncul tapi tentunya tidak semua siswa sekolah mengalami tekanan-tekanan semacam itu, ada juga dari mereka yang berhasil keluar dari belenggu yang menyakitkan tadi dengan cara kreativenya dalam mengolah waktu antara belajar dan hiburan, tentu hiburan yang mendidik dimana mereka bisa mengekspresikan keinginannya dalam sebuah acara dan berbagai kekreatifan lainnya. Biasanya sebelum menghadapi UNAS ada semacam pencerahan hati dibutuhkan lewat lantunan do’a-do’a atau pembacaan mantram-mantram tertentu, hal ini dilakukan karena jiwa manusia itu memang kerdil dan masih membutuhkan kepada sesuatu yang agung yang diharapkan mendengar dan mengabulkan keinginan -keinginan mereka khususnya kelulusan dari sekolah. Mengingat pada setiap tahunnya pasti ada acara hura-hura dan konvoy maka ada sesuatu yang mesti disikapi dan dibenahi dari semua ini, bagaimana membangun sebuah karakter seorang siswa menjadi tegar dalam menghadapi tantangan ujiannya maupun cara mengexpresi kegembiraan mendengar kelulusan tanpa adanya sesuatu yang bersifat merugikan orang lain. Mengapa disebut merugikan orang lain?, pertama jika mereka berkonvoy memakay sepeda motor pastilah mereka menggunakan knalpot yang dibobok sehingga membuat polusi suara, ke dua kebanyakan dalam konvoy ini mereka menggunakan lebih banyak badan jaln sehingga pengguna jalan pun menjadi terganggu dan yang ketiga tentunya dengan budaya corat-coret pilok di tempat-tempat tertentu maupun di baju seragam sekolahannya. Namun bisakah kita mengatasi masalah seperti ini? padahal akar permasalahan itu sebenarnya sudah bisa di lihat. Pertanyaan itu seharusnya kembali kita lontarkan kepada pribadi kita, maukah kita merobah pola-pola yang kurang baik menjadi semakin baik? terlebih Rosul sendiri pernah mengisyaratkan bahwa “pada tangan-tangan pemuda itu akan hadir segala urusan umat manusia dan di kaki-kaki merekalah letak kehidupannya”. Artinya bahwa generasi muda itu memegang peranan yang sangat penting sekali dalam kehidupan beragama, bernegara dan berbangsa, maka tanamkanlah kepada mereka sejak dini sebuah budaya berfikir dan membangun bukan budaya yang meresahkan apalagi budaya yang mengancam ketenangan masyarakatnya. (tegelinang 2013)konvoi

2013 - 1

4 thoughts on “HORE…AKU LULUS!

  1. I must voice my gratitude for your kind-heartedness giving support to people that really need help with this particular subject matter. Your real dedication to getting the message around appeared to be unbelievably informative and have always enabled girls just like me to reach their dreams. Your entire warm and friendly key points signifies a great deal a person like me and extremely more to my mates. Many thanks; from all of us.

  2. I just want to tell you that I’m all new to blogging and certainly savored your web blog. Very likely I’m want to bookmark your website . You certainly come with exceptional articles. Thanks for revealing your webpage.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s