Tradisi Nglencer

DSC04520

Patutlah kita bersyukur kepada Tuhan untuk takdir kita dalam hidup ini menjadi orang Jawa. Konon orang jawa adalah termasuk umat yang istimewa dalam qodlo dan qodarnya, bagaimana tidak? pada setiap laku dan lelakunya manusia jawa ada terkadung sebuah nilai spiritual yang amat sangat tinggi, dimana mungkin kurang bisa didapatkan pada lelaku manusia di belahan dunia manapun termasuk di Arab sana yang notabene adalah tanah kelahiran budaya islam. Apalagi budaya jawa adalah budaya yang amat fleksibel untuk bisa di kawinkan dan di impelementasikan dalam budaya islam yang sangat agung itu, misalnya budaya jawa sangat mengenal rasa malu, menjunjung tinggi nilai sopan santun dan andap asor juga cenderung menjaga hubungan kekerabatan atau silaturrahmi, itu hanya sekelumit perilaku orang jawa dalam menjaga tradisi dan kebudayaannya dan masih banyak lagi tentunya jika ingin kita telusuri lagi. Berbicara menjaga hubungan kekerabatan tentunya tidak akan terlepas dari pesan Rosul SAW yang menekankan begitu pentingnya menjaga dan melestarikan lelaku ini sehingga beliau berpesan bahwa jika manusia ingin di lancarkan rezekinya, salah satunya adalah dengan melakukan budaya silaturrahmi ini. Ada sebuah rahasia besar didalam silaturrahmi dimana orang lain akan menjadi dianggap saudara dan menimbulkan sebuah kepercayaan di samping menjauhkan perasaan benci antar manusia. saya teringat ketika Nabi Muhammad bersilaturrahmi kepada penduduk Thoif waktu itu dan tanggapan dari masyarakatnya sangat ingkar dan Beliau hanya mendapatkan seorang pengikut yaitu Adas, namun karena sebuah perintah dari Tuhan untuk tetap bersilaturrahmi dan berdakwah maka Nabi Muhammad pun tidak lantaran menyerah dan putus asa walau lemparan kotoran dan batu Beliau terima dari penduduk Thoif saat itu dan walaupun hanya satu orang yang mau mendengar panggilan Beliau. Sudah menjadi tradisi turun temurun pada masyarakat Jawa setiap kali masuk Bulan syawal atau Iedul Fitri pastilah moment tersebut di gunakan untuk berkunjung ke sanak famili, saudara, handai taulan, Guru maupun ke teman-temannya. Setelah masyarakat jawa selesai menjalani ritual puasa sebulan penuh dan merasakan tingkat spiritualnya bertambah maka yang datang adalah perasaan bahagia dan suka cita yang kemudian menghadirkan keinginan untuk membagi kebahagiaan tersebut dengan orang lain, inilah awal mula tradisi Nglencer di jawa timur atau Ujung sebutan yang akrab di telinga orang jawa tengah. Masyarakat jawa akan dengan suka rela mendatangi kerabat, saudara, handai taulan maupun guru juga teman dekatnya dalam silaturrahmi Nglencer ini walaupun perjalanan yang di tempuh untuk sampai ke lokasi memerlukan waktu yang lama maupun medan yang cukup sulit. Saya teringat waktu masih kecil dahulu, saya sering diajak orang tua untuk berkunjung ke sanak famili keluarga saya yang cukup kjauh dan harus menempuh perjalanan kaki salama 2-3 jam namun waktu itu sungguh saya dapat merasakan sebuah perasaan yang amat sangat penuh suka cita. Ketika kita berbicara tentang Nglencer atau Ujung kedalam konteks kekinian tentulah pada masing-masing tempat akan kita dapati perbedaan yang amat mencolok, semisal kita memandang budaya perkotaan dalam impelementasi Nglencer tersebut di bandingkan dengan masyarakat yang masih di pedesaan. Mungkin masing-masing individu akan menemukan dan merasakan semangat silaturrahmi Nglencer pada level yang berbeda dan jika kita bandingkan zaman sekarang dengan zaman 60-70an maka tentulah jurang itu sudah kita lihat amat dalam dan lebar. Namun yang terpenting adalah sebuah pesan besar yang harus kita sikapi bahwa menyambung persaudaraan adalah sebuah keniscayaan yang harus tetap kita jaga dan tentunya kita lestarikan karena hanya dengan semangat persaudaraan tersebut, Islam akan utuh dalam sebuah kekuatan besar dan perpecahan didalamnya bisa kita minimalisir . (tegelinang 2013)

2 thoughts on “Tradisi Nglencer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s