Kumpulan puisi

WHISPER IN SOUL

Listen to songs in the silent soul imprisoned anxiety
Halting the strong desire in fantasy struggled
Everything hit then handcuff desire
My little soul slowly and silently crept toward silence
Tore the bars and hit the wall hard handcuff heart
I vaguely heard a soul whisper
in the recesses of the deepest wells
Authorize ….
Is that you God?
But why do you as always hiding?
Or is it that is always perceived by the wise men ..
Then they will be able to parse something?
Beyond reason …
Or is this the beginning of madness?
So who planted a lot of question marks in this life?
You are forever in the time travel mystery
And is found by death ..
You too secret ….
Reason ……..
(tegelinang 2013)

Berita

SID dan SIMULASI GLADI POSKO

6285643565978-1430229995Menindak lanjuti Pelatihan selama empat hari yang telah di gelar oleh BPBD Kabupaten Magelang yang bekerjasama dengan Pusat Studi Manajemen Bencana-Universitas Pembangunan Nasionan Yogyakarta (PSMB-UPN YK) di TEA Tanjung , Muntilan antara dua Desa bersaudara (Sister village) yaitu Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan dan Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun maka pada hari kelimanya ( Sabtu 29 Juni 2013) digelar simulasi dalam balutan tema gladi posko yang di sentralkan di Desa Tamanagung kecamatan Muntilan. Acara yang di hadiri oleh Pemerintah Kabupaten Magelang, Muspika Kecamatan Muntilan dan Kecamatan dukun juga beberapa tamu undangan dari Dinas juga Instansi seperti PMI , SAR dll itu berjalan dengan penuh antusias, secara keseluruhan peserta gladi posko hari itu ada sekitar 250 orang terdiri dari para relawan yang berada di Kabupaten Magelang dan Penduduk Desa Ngargomulyo. Skenario yang harus mereka laksanakan adalah ketika ada informasi dari BPPTK atau Pihak berwenang akan adanya peningkatan status Gunung Merapi dari level normal menuju level siaga dan waspada maka masyarakat dan para relawan diharapkan segera tanggap untuk menjalankan rencana kontijensinya, Gladi Posko sendiri di mulai pada pukul 09.00 WIB dimana di umumkan terjadinya peningkatan status Merapi dari normal menuju siaga pada saat itu oleh BPBD , titik satu yang berada di wilayah KRB III yaitu Desa Ngargomulyo segera menanggapi informasi tersebut dengan mengerahkan segenap kapasitas yang ada diantaranya dengan menyiapkan armada pengangkut pengungsi , intensitas pemantauan informasi dan mengumpulkan masyarakatnya di titik-titik kumpul yang telah disepakati, begitu pula untuk Desa Tamanagung segera mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menyiapkan relawan , persiapan dapur umum juga pengamanan jalur evakuasi. Peranan SID yang signifikan adalah ketika para pengungsi dan relawan dari Desa Ngargomulyo memasuki TEA Tamanagung maka hal pertama yang di lakukan adalah mendata semua yang berada di area TEA tersebut diantaranya jumlah para pengungsi, relawan dan kebutuhannya, kemudian data tersebut di on line kan dan langsung terakses ke Dinas terkait dalam hal ini BPBD Kabupaten Magelang disamping tentunya lewat SID ini kedua belah Desa sebelum kejadian telah menjalin tukar informasi untuk menunjang keakuratan data, ternyata melalui simulasi ini juga di temukan beberapa titik kelemahan diantaranya ketika penginformasian itu dilakukanmelalui pesawat Handy Talky oleh para relawan maka hal tersebut sedikit menemui gangguan yaitu adanya splets dan Jump dari masyarakat lainnya, tentu saja hal ini menjadi catatan yang cukup penting bagi BPBD untuk lebih bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan jalur informasi. Sebagai bahan evaluasi dan RTL gladi posko hari itu maka para peserta pelatihan di minta untuk menganalisa dan memetakan setiap keganjilan dan kekurangan pada acara tersebut, disamping tentunya mereka mendapatkan pengarahan yang lebih dari Pemerintah Kabupaten yang sangat optimis dengan telah diadakannya acara simulasi pagi itu. Namun yang lebih menggembirakan lagi adalah semakin meningkatnya pemahaman masyarakat tentang bencana yang terjadi dan mereka semakin sadar bahwa jiwa mereka memang harus didahulukan dalam penyelamatannya dari pada harta benda karena harta benda tentu saja bisa di cari dengan cara bekerja kembali setelah semua aman dan tentunya mereka juga lebih menyadari akan tabiat alam dan tentunya dibutuhkan sikap aktif bukannya malah pasif. Selamat untuk BPBD Kab Magelang, PMI, SAR, MUSPIKA teman-teman relawan semua yang telah mensukseskan acara ini, terutama CRI dengan Sistem Informasi Desanya selain PSMB-UPN tentunya. (tegelinang 2013)

Berita

LIFE HARMONY WITH DISASTER

Moroseneng2In June 2013, precisely on Saturday 29th back in my village is Tamanagung, Muntilan district, Magelang regency, Central Java Province, Indonesia, will host disaster simulation in order to live in harmony with the disaster.As is well known in the year 2010 Mount Merapi erupted with very explosive and cause many casualties and property then in 2011-2012 in one after another with lava flood rains also damage the existing infrastructure, including hundreds of houses that are in the river that empties into the peak of Merapi and also loss of life. Through some investigation and observation turns out many casualties it is due to lack pahamnya the villagers living on the slopes of Mount Merapi, and also because of the lack of supporting information systems. Government as having responsibilities then answer it by organizing and holding various events and the anticipation of disaster management in addition to promote and facilitate in getting the latest information about the current state of the status of the volcano, With the help of various volunteer organizations such as PASAG Merapi, TAGANA and disaster relief organizations, and measured them with enthusiasm and has conducted trainings to make contingency plans and standard operating procedures, it is very important because with the increasing public understanding of the importance of it as well community capacity will be built. In the intensity of the program run the government must also have a sister program is the flagship program of the village in this case to further organize the refugees if a disaster such as occurred last year. Sister village programs that define the village on the slopes of Merapi to where they would be displaced if the eruption of Mount Merapi and anyone who should get the information quickly, accurately and measured about the current status of Mount Merapi. and the one that became the pilot village and Village Ngargo mulyo Tamanagung, Ngargo Mulyo village itself is located in a disaster-prone region III is an area that is very dangerous because if the eruption occurred in the region will lunge with primary hazards such as heat and toxic gas clouds than material of bursts mountain. While the village buffer Tamanagung is situated – + 32 Km from the summit of Merapi which is often called the disaster prone areas I. For more internalized in the handling of the disaster, the two villages that will perform a disaster simulation in fasilitatori by PSMB-UPN Yogyakarta, a disaster management agency and study at the university yogyakarta Yogyakarta National Development University in collaboration with government agencies that specifically deal about the disaster that is BPBD Magelang is fully supported by the institution Nasionan Scale disaster Management and also BPPTK the Hall probe and development volcano Yogyakarta. The hope is that this move can hopefully serve as a model for disaster management in Indonesia and of course I hope the public is increasingly aware of the disaster that was in the area but they were able to live in harmony with the disaster itself. (Tegelinang 2013)

 

 

 

Esay

KEGELISAHAN RAMADHAN

Seperti tahun-tahun lalu, setiap akan memasuki bulan suci Ramadhan hati ini selalu tak karuan dirasa, disamping ada kegembiraan yang meluap-luap namun terkontaminasi juga dengan sedikit perasaan getir yang menyelinap dan menjalar memasuki sanubari. Sebuah perasaan yang amat kuat meronta dan membuat gelisah sehingga tidak jarang sampai membuat aku terpekur sendiri di malam-malam yang smakin sunyi, menjerit dan memohon adalah kebiasaanku dikala menghadapi hal semacam ini namun diriku cenderung lalai tatkala mendapatkan sebuah pemberian yang bisa memalingkan hati dari rasa kecil dan tidak berdaya. Terkadang Tuhan memang aneh, sepertinya ada saja sebuah teka-teki yang harus dipecahkan agar aku semakin memahami kekerdilanku dahadapnNYA dan menjadikan Keluasan dan KeagunganNYA nampak sangat tak terbatas. Bukan karena aku memang terlahir sebagai orang yang miskin materi dan mengagumi segala pesona kanan-kiriku yang memang wah, aku sudah tidak gumun dengan gemebyar kemewahan dan fasilitas juga pangkat seseorang, semua telah cukup lama aku pahami bahwa manusia yang menumpuk hartanya atau bermewah-mewah dalam foya hanya akan menemui keterpencilan jiwa, kesenangan sesaat yang harus di bayar mahal oleh sebuah ketergantungan, jika sebagian nikmat mereka itu di cabut atau katakanlah mereka itu mendapatkan musibah yang menjadikan perekonomiannya pailit maka kebanyakan aku menemukan jiwa mereka yang tidak lebih besar daripada bulir padi. aku pernah belajar tentang sebuah teori kemelekatan dunia dan bahwa jika manusia sudah mencintai sedemikian rupa dan melahirkan kemelekatan maka mereka hanya menemukan kekosongan karena rasa bahagia dan gembira itu tidak abadi atau dengan kata lain hanya mampir sesaat. Ramadhan dan Puasa adalah salah satu penyadaran tertinggi yang diberikan kepada manusia, bagaimana sebuah perilaku kehidupan dirubah dan di charger selama 29-30 ( 1 Bulan) lamanya. Inilah yang membuat perasaanku tadi menjadi gelisah namun dipenuhi kegembiraan. Ada sebuah hal yang cukup menyenangkan dan banyak kita petik hikmahnya pada setiap Ramadhan walaupun kecenderungan banyak umat islam melupakan setelahnya yaitu fakta bahwa ada sebuah ajaran agung untuk saling berinteraksi dan memahamim lingkungan dimana engkau berada, kepedulian sosial sangat mendominir dalam Ramadhan dengan cara banyak-banyak memberi sedekah sehingga Tuhan sampai membuat Tantangan dengan mengatakan bahwa barang siapa bersedekah di bulan suci ini niscaya akan dilipat gandakan pahalanya, tetapi kebanyakan yang aku jumpai di banyak kalangan masyarakat bahwa sedekah mereka hanya mengharapkan imbalan belaka dari Tuhan dan mereka belum cukup memahami akan sebuah ajaran dan bahwa tantangan itu harus mereka laksanakan walau bukan di bulan suci Ramadhan. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena itu Tuhan harus memberikan pengertian kesempurnaan itu melalui berbagai cara dan saya yakin agama apa saja selalu mengajarkan teori kesempurnaan Tuhan dan konsep betapa pentingnya kepedulian sosial itu. Tuhan memang maha Misterius dengan konsepnya namun sebagai manusia berakal aku selalu mencoba bersyukur bahwa Tuhan akan selalu mengetuk hatiku dan mengingatkanku kembali setiap Bulan Ramadhan akan aku masuki, inilah kegelisahan dan rasa bahagiaku ” Marhaban Yaa Ramadhan “.(tegelinang 2013/1434 H)

Tak Berkategori

BUDAYA HUMANISME MASYARAKAT JAWA

IMG_20150918_171611Sebagai masyarakat jawa terutama jawa tengah tentunya kita tidak asing lagi dengan sebuah kultur untuk menyambut bulan suci bernama Ramadhan, mengapa bulan ini disebut bulan suci dan siapa sajakah yang menyucikan bulan ini?. yang namanya Kultur atau budaya adalah sebuah produk dari olahan perjalanan akal budi manusia dalam memandang hal tertentu kemudian mengaktualisasisi ke dalam kehidupan real yang dimana masyarakatnya akan lebih mudah menerima dan menjalankan hasil olahan dari akal budi tersebut yang kemudian aktualisasi tersebut menjelma menjadi sebuah budaya. Berbicara mengenai budaya yang bersumber dari hasil olahan akal budi ini tentunya kita akan dihadapkan pada beberapa sudut pandang masyarakat atau golongan lain untuk mengklaim kebenaran dan atau kesesatannya namun ketika kita meletakkan konteks tersebut pada point of view ( sudut pandang) secara universal maka yang disebut dengan budaya yang baik adalah ketika tidak adanya sebuah pemaksaan dan nilai kerugian didalamnya tak terkecuali sebuah budaya untuk menyambut bulan Ramadhan di tanah jawa. Mungkin karena bulan Ramadhan sangat diyakini adalah bulan yang penuh berkah , karomah dan maghfiroh maka sebagai masyarakat yang juga meyakini akan adanya nilai sebuah kesucian di dalamnya kemudian mereka melahirkan sebuah budaya ritual untuk menyambut kedatangan bulan agung tersebut, sebut saja yang terjadi di daerah Magelang terutama Muntilan pasti akan dengan mudahnya menemukan Budaya Nyadran/Sadranan pada bulan Sya’ban, ketika kita menilik dari konteks islam maka kita pasti tidak akan menemukan sebuah dalilpun untuk mengesahkan budaya Sadranan tersebut kedalam ajaran islam, namun dalil untuk melegitimasinya adalah bahwa manusia itu di tuntut untuk berbuat baik/Birr terhadap orang tuanya dan salah satunya adalah mendoakan kebajikan kepada mereka. Lalu apa hubungannya perbuatan baik dan Ramadhan?, Seperti yang telah kita ketahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang suci maka untuk menyambut dan memasuki kesucian tersebut tentunya dibutuhkan hati yang suci diantaranya dengan sebuah cara yaitu kita mendoakan kerabat, saudara dan terlebih lagi orang tua kita. Saya masih ingat dulu ketika saya masih kecil acara sadranan tersebut pasti di gelar di area pemakaman namun sekarang kebanyakan saya menjumpai acara tersebut di laksanakan di area masjid walaupun masih banyak masyarakat menjalankan acara sadranan tersebut di makam-makam.Sebagai tindak lanjut pasca sadranan adalah dimana menjelang satu hari sebelum puasa Ramadhan di laksanakan terdapat sebuah kultur masyarakat tamanagung terutama dusun Bludru Desa Tamanagung sampai sekarang masih ada semacam ritual saling memaafkan antara anggota keluarga dan tetangganya hal ini dilakukan untuk lebih bisa menjalankan Puasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan tanpa adanya kecemasan karena mendapati sebuah titik kecil hitam penghalang hubungan horisontalnya, ritual saling memaafkan tersebut biasanya digelar menjelang Padusan dan tepat hari Padusan atau mandi sunat memasuki tanggal satu Ramadhan, mereka akan meminta maaf dengan cara mengajak bersalaman ketika saling berpapasan di jalan maupun dengan rela bersilaturrahmi mendatangi rumah-rumahnya. Mari kita kembangkan dan lestarikan sebuah budaya tanpa harus mencederai agama kita sendiri walaupun tanpa ada dalil naqlinya karena kita sebenarnya telah diberi kekuatan untuk mengklaim Haq dan Bathil melalui pemberian Tuhan bernama akal karena saya yakin bahwa rasa saling menyalahkan hanya akan menjadikan perpecahan dan kehancuran disamping kita akan menjadi miskin budaya.(tegelinang 2013)

Esay

COMMUNITY RESILIENCE CONCEPT

12604881_918883594847183_3997626654127332600_oIs it really required people to know and understand the politics of a country?This thing came out of my mind and became a very disturbing thought then my personal life these days, In fact I found in the neighborhood where I live people’s tendency to be passive against some government policies in their favor less sense but on the other hand they find their own way to parse the perceived problems and overwrite them with a new policy of fuel price hike, of course there are two questions that are still stored in my mind, the first is the people around me it is important to understand the increase in oil prices and or they do not have the courage to voice their disagreement?. On the other hand I am also proud of their silence because I know and believe even though they are indeed those of the common people but the level of creativity of them I am sure it can break down the problems that occur at this time. If you look at the news and events that are served every day on television, then surely we will get is an event that seemed to provoke the public. such a thing is legitimate because the editors and editors should transparently report events in whatever happens in this country but the style of presentation is very unfortunate that feels very vulgar and made so dramatic as that of course this kind of influence in the culture and daily life of consumers. The government does have the right and obligation to manage the national economy so that people can enjoy the stability, but the theory says that every establishment must keep a gap in it, and surely such a phenomenon occurs in middle-class communities located in urban areas. disagreement should in society who find it difficult to accept their government’s policy should be creative in addressing this sort of thing, like living life more simply and reduce the level of consumer goods that are less in need than have recourse to better describe small-scale economic development . Like people around me who did not quite unaffected by the hustle and bustle that occurs in urban communities by holding rallies, but I am more likely to introspect and meditate in silence. It’s no secret that rural communities will tend to subsistence living and not depend on the culture are eager to consume like common in urban communities. because we must realize the time will always be present in the journey and the many options we have to choose between running or making our lives our minds shackled by the things that happen at this time, that’s his choice. (tegelinang 2013)

Cerpen

AKU INGIN ANAKKU

AKU INGIN ANAKKU
Aku menginginkan anakku menjadi pribadi yang kuat, tidak seperti bapaknya yang tiap hari hanya memberimu sarapan pagi mie murahan yang dimasak dengan cucuran airmata dan di bumbui dengan gelisah dan keterasingan.
Minumanmu harus susu kwalitas terbaik dari pabrik terkenal di negri nun jauh disana, jangan pernah membeli susu dari petani lokal yang sering mencampurkannya dengan air comberan yang rasanya menjadi asam dengan alasan yang sederhana supaya kwantitas produksinya mencapai kuota dan yang terpenting membuar perut mual kemudian mencret sehingga para dokter bisa memberikanmu obat generik kelas tiga.
Makananmu harus yang kelas satu, Hamburger, Hot Dog maupun sosis daging babi yang di sembelih dengan mesin-mesin modern atau masakan yang terbuat dari daging sapi impor dengan menu semacam steak yang disuguhkan, daging ayam hanya membuat sakit perut dan diare saja karena kebiasaan di negeri ini mencampurkannya dengan formalin atau malah menyuguhkan menu ayam tiren yang di segarkan dengan gamping.
Kamu harus menjadi bos perusahaan Bonafide atau BUMN atau seorang kontraktor yang mengerjakan mega-mega proyek sepeti jembatan-jembatan antar pulau atau stadion berskala internasional yang nilainya jangan Cuma miliaran karena didalamnya aku yakin uang mengalir bagai air bengawan solo bukan hanya semacam pancuran yang terkadang tidak menemukan tetesan air dikala kemarau melanda.
Jikalau kamu sakit, ini pesan bapakmu anakku jangan memeriksakan di dokter-dokter produksi lokal atau kerumah sakit yang tidak pernah membuktikan dirinya professional yang hanya menerima gelandangan di negri ini. Walaupun sesbenarnya kamu hanya terkena influenza atau sakit migrain lekaslah kamu ke Singapura atau ke hongkong karena disana yang mereka butuhkan bukan lagi uang anakku namun fasilitas dan tentu saja obat-obatan dari dataran Eropa maupun ramuan-ramuan khas cina yang terkenal.
Anakku baru berumur 2 tahun namun detik ini juga aku harus menyiapkan masa depan dan jalan untuknya, ku kenalkan corak dan perangai para penguasa lewat tontonan televisi milik tetangga supaya tingkah mereka ditiru olehnya.
Lihat anakku, tubuhmu yang kurus sekarang ini kelak kalau sudah besar harus tambun seperti sang politikus busuk itu, yang dengan gempitanya meneriakkan kesetaraan dan HAM yang mulai amburadul di negeri ini.
Inilah impianku anakku, impian terbaik dari seorang bapak yang di tinggal ibumu karena dia tak menginginkanmu, ibumu memang seorang pelacur murahan di sebuah warung remang-remang namun aku begitu mencintainya sehingga keberadaanmu kupertahankan dan ku usahakan kelahiranmu normal walau di tempat dukun beranak, ibumu malu harus ke bidan atau dokter walau sekarang dia telah meninggalkan kita berdua dan membiarkan aku merajut sendiri impian-impianku yang kutanamkan di dirimu.
Anakku memang sedang berumur 2 tahun namun segala keterasingan ini mutlak ku jauhkan dari pikirannya, sebab sepi begitu mencekam anakku dan cukuplah bapakmu ini yang merasakannya.
Kamulah anakku Burisrawa, sebuah nama yang kudapat dari sebuah pertunjukan wayang kulit di depan kelenteng cina yang diadakan rutin oleh mereka untuk meruwat keterpurukan nasib bangsa ini.
Jadilah kamu sosok yang gagah perkasa, jangan mau di adu maka jadilah sang pengadu karena menjadi aktor intelektual itu ada kenikmatan tersendiri, bergaulah dengan mereka yang mempunyai jiwa pemberani bukan pecundang karena seorang pecundang itu sampah! .
Rupanya ajaran-ajaran ini begitu melekat di hati dan jiwa anakku, terbukti ketika usiannya menginjak 18 tahun dan dia tidak pernah mengenal sekolah sama sekali suatu ketika Burisrawa meludahi mukaku dengan mata yang amat menakutkan, sambil menyumpah dengan kata-kata kasar dia berkata “ Bajingan kau pak!, mengapa hari ini aku harus makan mie murahan lagi, kalu kerja itu yang sungguh-sungguh dasar bego tua!”. Itulah sepenggal ucapan anakku si Burisrawa yang hampir tiap hari aku terima, hingga suatu ketika timbulah sebuah keinginan untuk menghabisinya saja, rupa-rupanya benar pemikiran ibunya dulu bahwa Burisrawa hanya akan membawa petaka saja, kadang ku tak habis pikir bahwa seorang pelacur murahan bisa mempunyai firasat yang begitu tajam.
Hari itu aku sengaja tidak bekerja seperti biasa yaitu memulung sampah, kusenggangkan waktuku untuk mengasah celurit tua yang sudah lama tidak aku pergunakan dan sudah menjadi tekad bulatku untuk mengakhiri hidup si Burisrawa anakku.
Belum sempat selesai aku mengasah celuritku tiba-tiba kurasakan kepalau pusing dan perlahan-lahan kurasakan dunia begitu gelap ku usapkan tangan kananku kearah kepalaku yang terasa berair dan kulihat darah telah menetes deras, samar-samar kulihat Burisrawa masih memegang sebilah samurai yang belumuran darah sembari ngankang di depanku setelah itu aku sudah tidak tahu. (tegelinang2013)